Nano Propolis dan pendapat para ahli

12.36.00 indra bayu 0 Comments

nano propolis dan pendapat para ahli

Terjemah QS An-Nahl 69
"Dari perut lebah itu keluar minuman yang bermacam-macam warnanya,didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusi.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda(kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.

Berikut adalah pendapat para ahli tentang propolis dan kegunaan lain.

John Diamond MD;propolis mampu mengaktifkan kelenjar thymus yang berfungsi sebagai sistem imunitas tubuh.
Ray Kupinse;propolis sebagai anti biotik alami yang mampu melawan berbagai macam penyakit tanpa efek samping.

Profesor Arnold Becket;propolis mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit yang disebabkan oleh virus,bakteri dan jamur.

Russia Research Team(Tim Riset Rusia);Dalam propolis terdapat zat anti biotik alami dan anti viral,vitamin,asam amino,mineral yang sangat mujarab untuk penyakit mulut,tenggorokan.

Dr.Fang Chu (dokter di Lien Yu Kang Hospital Tiongkok); propolis berguna untuk penyakit kandungan lemak tinggi dalam darah dan untuk penyakit jantung.

Lembaga Riset Kanker Columbia,1991;dalam propolis terdapat zat CAPE (asam kafeat fenetilester) yang berfungsi mematikan sel kanker.Dengan pemakaian zat CAPE secara teratur selama 6 bulan dapat mereduksi kanker sebanyak 50%.

Majalah antibiotik VP Kivalkina; propolis sangat efektif untuk infeksi tanpa batas kadaluarsa.
Penelitian terhadap 430 anak yang dipilih secara acak,diterapi dengan propolis selama musim dingin dan dibandingkan dengan anak lain yang diberi obat buatan pabrik.Musim dingin dipilih karena pada musim ini pada umumnya anak-anak mudah terkena infeksi saluran pernapasan.Hasil ter tersebut menunjukkan bahwa anak anak yang diberi propolis terkena infeksi saluran pernapasan 55%  lebih rendah dibandingkan dengan anak anak lainyang mendapatkan obat dari pabrik.(Publikasi Archieves of Pediatric and Adolescent Medicine).

Penelitian ilmiah di Brasil dan Jepang Membuktikan bahwa penggunaan propolis untuk mencuci mulut(mouth rinse) ternyata juga sangat efektif untuk menghentikan pertumbuhan bakteri-bakteri yang secara umum berada dimulut.Baktri-bakteri ini pada umunya menyebabkan kerusakan gigi,penyakit gusi,cavities dan plaque pada gigi.

Penelitian yang di Jepang bahkan menunjukkan bukti lain bahwa pasien bedah mulut yang kemudian menggunaka propolis sebagai pencuci mulut mengalami proses pertumbuhan yang lebih cepat,lebih bersih dan rasa sakit/inflamasi sangat berkurang dibandingkan pasien yang lain yang menggunakan pencuci mulut buatan pabrik.
Propolis yang dicampur dengan madu terbukti menyembuhkan luka lebih cepat dari pada Siver Sulfadiazine(SS).

Penelitian Dr.dr.Eko Budi Koendhori,MKes.Dari Departemen mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) Surabaya,menyimpulkan bahwa kombinasi obat dan propolis mampu mematikan bakteri.TBC sekaligus mengurangi kerusakan paru-paru akibat serangan bakteri.
Propolis sangat bagus untuk meningkatka sistem imun dan diduga memiliki kemampuan antikanker. Para peneliti dari University of Minnesota,Minneapolis,Amerika Serikat membuktikan bahwa propolis berpotensi.

meningkatkan kekebalan tubuh penderita HIV/AIDS.Penelitian Dr.Jessie Pamudji disekolah Farmasi,Institut Tknologo Bandung membuktikan adanya efek antibakteri proplis terhadap S.
aureus dan Propionibacterium acnes - biang jerawat.Hal itu karena propolis mengandung senyawa yang bersifat antimikroba yaitu flavon pinocemberin,flavanol galangin dan asam kafean.
Pada tahun 1971 peneliti Rusia menggunaka 15% propolis ekstrak untuk merawat 260 kasus pharyngitis.76% diantaranya sembuh,28% memperlihatkan kemajuan dan 4% tidak memperlihatkan kemajuan.

Ditahun 1945 Doroshenko,dari Rumah sakit no 11 di Kiev-Rusia,merawat 238 penderita pharyngitis dengan campuran propolis.Satu bagian dari 30% propolis ekstrak dicampur dengan glycerin (atau minyak peach) dan disapukan pada membrane mucous yang terinfeksi selama 10-15 hari.70% pasien telah pulih.Para peneliti menemukan ekstrak propolis meningkatkan efek dari obat-obatan kimia dalam pengobatan untuk penderita pharyngitis.

Peneliti Romania menggunakan propolis untuk merawat 200 orang pasien dengan pharyngitis akut,tonsillitis akut dan laryngitis akut.pada 20 orang pasien,ditrawat dengan pengobatan kimia,dan sisanya dirawat dengan propolis.kelompok pasien yang dirawat dengan propolis sembuh lebih cepat dari pada kelompok lain.

Di Romawi pada tahun 1975 merawat berbagai perdangan membrane mucousa termasuk ulcers dan herpes labial.34 pasien menerima perawatan dengan propolis cair.propolis mengandung anti viral,anesthetic,anti bacterial dan efek mycotic.
Secara tradisional,pengobatan untuk sakit tenggorokan dengan propolis sudah menjadi favorit di negara Balkan.Pengibatannya bisa bemacam-macam cara.Obat kumur dengan propolis tincture dan air hangat atau juga dengan cara mengunyah propolis.Bebagai macam obat tenggorokan dengan sedikit propolis dijual untuk mengobati peradangan ringan.

Dr.K.Lund Aagaard" Propolis,Natural Substance,the way to health ".
Boiflavanoid yang terkandung dalam propolis dapat mendegradasi radikal bebas yang disebabkan polusi,bahan pengawet dan baha kimia lain yang masuk kedalam tubh.Kemampuan kerja boiflavanoid ini setara dengan kemampuan 500 buah jeruk.
Prof.Hembing Wijaya kusuma:propolis sangat baik untuk kesehatan kulit dan berkhasiat luar biasa.

DiYunani,propolis telah dikenal sebagai pengobatan luka-luka dn berbagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Hippocrates (460-370 SM),sebagai bapak ilmu kedokteran ,menggunakan bee pollen dan propolis sebagai obat untuk memerangi berbagai penyakit.
Romawi memuja lebah dan propolis sebagai pengobatan,ahli jiwa menggunakan propolis sebagai obat ekstrak dari sengatan dan semua zat-zat racun,mengurangi pembekakan,menendorkan serta mengurangi rasa sakit diotot.

Mesir telah mengenal propolis sebagai pengobatan dan simbol keagamaan.Pada perang Boer (1888-1902) antara penduduk Afrika Selatan dan Inggris,propolis digunakan untuk membersihkan luka dari infeksi dan menembuhkan luka lebih dengan cepat.

Riset Ilmiah

Seiring dengan tren pemanfaatan propolis,para periset munguji ilmu lem lebah itu.
Dra Mulyati Sarto MSi,peneliti di fakultas Biologi di Universitas Gadjah Mada,membuktikan bahwa propolis sangat aman dikonsumsi.Dalam uji praklinis,
Mulyati membuktikan LD50 propolis mencapai lebid dari 10.000 mg.LD50 adalah lethal dosage alias dosis yang mematikan separuh hewan percbaan.

Jika dikonversi,dosis itu setara 7 ons sekali konsumsi untuk menusia barbobot 70 kg.Faktanya,dosis konsumsi propolis dimasyarakat amat rendah,hanya 1-2 tetes dalam segelas air minum.Dosis penggunaan lain pun hanya 1 sendok makan dilarutkan dalam 50 ml air.

"Tingkat toksisitas propolis sangat rendah,jika tak boleh dibilang tidak toksik ," kata mulyati.Bagaimana efek konsumsi dalam jangka penjang?Master biologi alumnus universitas Gadjah Mada iyu juga menguji toksisitas subkronik.

Hasilnya konsumsi propolis dalam jangka panjang tak menimbulkan kerusakan pada darah,organ hati,dan ginjal .dua uji ilmiah itu -toksisitas akut dan toksisitas subkronik-membuktikan bahwa suplemen purba itu sangat aman dikonsumsi.

Propolis itu pula yang dkonsumsi Evie Sri,kepala Sekolah Dasar Negeri Kertajaya 4 Surabaya,untuk mengtasi kanker payudara stadium IV .
Evi akhirnya sembuh dari penyakit mematikan itu.Kesembuhan nya selaras dengan riset Prof.Dr,Mustofa MKes,peneliti di fakultas kedokteran Universitas Gadjah Mada,yang meriset in vitro propolis sebagai antikanker.Sang guru besar menggunakan sel HeLa dan siha
Keduanya sel kanker serviks - serta T47D dan MCF7(sel kanker payudara).

Selain itu dia juga menguji in vivo pada mencit yang diinduksi 20 mg dimethilbenz(a)anthracene (DMBA),senyawa karsinogenik pemicu sel kanker.Frekuensi oemberian 2 kali sepekan selama 5 mingg.Hasil riset menunjukkan propolis mempunyai efek sitotoksik pada sel kanker.Nilai IC50 pada uji in vitro mencapai 20-40 mg/ml.IC50 adalah inhibition consentration alias konsentrasi penghambatan propolis terhadap sel kanker.

Untuk menghambat separuh sel uji coba,hanya perlu 20-41 mg/ml.Angka itu setara 0,02-0,041 ppm.bandingkan dengan toko fero yang paling top sebagai anti oksida.Nilai IC50 tokoferol cuma 4-8 ppm.
Artinya untuk menghambatradikal bebas dengan propolis perlu lebih sedikit dosis ketimbang tokoferol.Dengan kata lain nilai antioksida propolis jauh lebih besar daripada tokoferol.

Pada uji in vivo,propolis berefek anti proliferasi.Prolifelasi adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali sehingga berhasil membentuk kelompok.
Dari kelompok itu muncul sel yang lepas dari induknya dan hidup mandiri dengan "merantau" kejaringan lain.Anti prolifelasi berarti propolis mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

"Terjadi penurunan volume dan jumlah nodul kanker pada tikus yang diberi 0,3 ml dan 1,2 ml propolis,"ujar dr Woro Rukmi Pratiwi MKes,SpPD,anggota tim riset.Dalam penelitian itu belum diketahui senyawa aktif dalam propolis yabg bersifat anti kanker.Namun,menurut dr Ivan Hoesada di Semarang,Jawa Tengah,senyawa yang bersifat anti kanker adalah asam caffeat fenetil ester.


Banyak bukti empiris yang menunjukkan penderita-penderita penyakit maut sembuh setelah konsumsi propolis."Penyakit nya berat yang dokter spesialis sudah pasrah,"kata dokter Ivan.Sekedar menyambut beberapa contoh adalah Siti Latifah yang mengidap stroke,Wiwik Sudarwati (Gagal Ginjal),dan Rohaya (Diabetes Millitus).Menurut dokter Hafua Litfie MBA mekanisme kerja propolis sangat terpadu.Dalam menghadapi sel kanker,misalnya,propolis bersifat anti inflamasi alias anti perdagangan dan anestesi atau mengurangi rasa sakit.

Yang penting propolis menstimuli daya tahan tubuh."Tubuh diberdayakan agar imunitas bekerja sehngga mampu mengurangi penyakit,"kata Lutfie,dokter alumnus Universitas Sriwijaya.Kemampuan Propolis meningkatkan daya tahan tubuh disebut imunomodulator.Dr dr Eko Budi Koendhori MKes dari Fakultas kedokteran Universitas Airlangga membuktikan peningkatan kekebalan tubuh tikus yang diberi propolis.Biasanya infeksi Mycobacterium tuburculosis -bakteri penyebab tuberkulosis (TB) -menurunkan kekebalan tubuh dengan indikasi anjloknya iterferon gamma dan meningkatkan interleukin 10 dan TGF.Interferon gamma adalah senyawa yang diproduksi oleh sel imun atau sel T yang mengaktifkan sel makrofag untuk membunuh kuman TB.
Interleukin dan TGF merupakan senyawa penghambat interferon gamma.

Dokter ahli tuberkulosis itu membuktikan interferon gamma tikus yang diberi propolis cenderung meningkat hingga pekan ke-12.
Sebaliknya interlekuin 10 justru tak menunjukkan perbadaan bermakna."Pemberian propolis pada mencit yang terinfeksi TB mampu mengurangi kerusakan pada paru-paru dengan cara meningkatkan sistem imun tubuh,"kata dr Eko.


0 komentar: