Penyakit Kanker Lambung dan Kanker Lidah

15.00.00 indra bayu 1 Comments


Penyakit kanker lambung biasanya terjadi pada individu yang berusia di atas 40 tahun dan kadang terjadi pula pada individu yang lebih muda. Kebanyakan penyakit kanker lambung terjadi pada kurvatura minor atau antrum dari lambung dan merupkan kanker adenokarsinoma. Insiden penyakit kanker lambung lebih banyak terjadi di Jepang. Diit tampaknya menjadi faktor yang signifikan, misalnya banyak makan-makanan yang diasap dan sedikit mengonsumsi buah dan sayur. Faktor-faktor lainnya yang berhubungan dengan insiden penyakit kanker lambung termasuk inflamasi kronis lambung, anemia pernisiosa, aklprhidria, ulkus gastrikum, bakteri Helicobacter pylori dan hereditas. Prognosisnya buruk, karena sebagian pasien telah mengalami metastasis saat diagnosa ditegakkan.
Umumnya penyakit kanker lambung lebih banyak dijumpai pada laki-laki yang berumur 40 tahun ke atas, jarang terjadi pada wanita. Kanker ini sangat cepat menyebar ke limfonodus terdekat hati dan paru-paru.
Penyebab penyakit kanker lambung belum diketahui secara pasti, tetapi selalu berhubungan dengan tukak lambung, peradangan pada lambung (gastritis) yang disertai penyusutan lambung atau faktor genetik. Biasanya, seseorang yang menderita penyakit kanker lambung mempunyai anggota keluarga yang juga terkena kanker ini. Selain itu, juga terdapat faktor pendorong, seperti kebiasaan merokok, minum beralkohol dan cara memproses makanan dan diet makanan tertentu. Dari hasil penelitian, terdapat kolerasi antara penyakit kanker lambung dan makanan yang dikonsumsi. Makanan tertentu dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kanker lambung. Berikut di antara makanan yang dimaksud :
– Makanan yang berkadar garam tinggi seperti daging dan ikan yang diasinkan dan makanan yang diasap
– Makanana yang diawetkan dengan nitrat
– Sayuran yang diawetkan dengan asam
– Alkohol dan kopi, jika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam keadaan perut kosong.
Gambaran klinis penyakit kanker lambung
Penyakit kanker lambung seringkali terlambat diketahui, karena tidak ada gejala klinis awal. Walaupun dispepsia tetap merupakan indikasi umum untuk melakukan endoskopi diagnostik segera. Secara ironis pasien penyakit kanker lambung seringkali menghasilkan asam lambung yang menurun. Banyak penyakit kanker lambung terbukti berada pada stadium lanjut saat teridentifikasi.
Gejala awal sering kali indefinitif, karena kebanyakan tumor mulai pada kurvatura minor tempat dimana tumor ini hanya menyebab gangguan kecil pada fungsi lambung.
1. Tahap awal ; gejala-gejala dapat saja tidak terlihat: mungkin menyerupai gejala-gejala pasien dnegan ulkus jinak, misalnya nyeri yang akan hilang dengan pemberian antasida.

2. Gejala-gejala dari penyakit yang progresif: tidak dapat mencerna, anoreksia, dispepsia, penurunan berat badan, nyeri abdomen (biasanya merupakan gejala akhir), konstipasi,anemia dan mual serta muntah.

Penyakit Kanker Lidah


Kanker lidah merupakan salah satu jenis kanker dalam rongga mulut yang paling sering terjadi. Data epidemiologi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa kanker dalam rongga mulut terjadi sekitar 2%dari keseluruhan kejadian kanker. Di Amerika diperkirakan lebih dari 10.000 orang dilaporkan mengalami kanker lidah setiap tahunnya.
Jika diketahui sejak dini, kanker ini dapat diobati dengan baik. Namun jika terlambat dan sudah menyebar, dapat menggakibatkan gangguan menelan, berbicara bahkan kematian. Faktor pencetus terjadinya keganasan kanker lidah ini adalah merokok dan konsums alkohol yang tinggi. Beberapa penelitian menemukan dari penderita kanker lidah, 90% adalah perokok.
Risiko terjadinya kanker lidah pada perokok enam kali lebih besar dibandingkan bukan perokok. Demikian pula hanlnya dengan orang yang suka mengonsumsi alkohol.
Pada awalnya biasa didapatkan gambaran daerah putih pada lidah, lama kelamaan membesar dan terjadi luka. Selain gambaran putih, mungkin juga diawali dengan adnaya gambaran merah (eritroplakia). Gejala lain dari kanker lidah yang dapat terjadi pada stadium lanjut adalah :
– Perdarahan pada mulut
– Sulit berbicara mengunyah atau menelan
– Terdapat benjolan dan luka pada lidah
– Terjadi penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas
Diagnosis kanker lidah
Untuk mendiagnosis keganasan ini, dokter akan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh dan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan gambaran yang menyeluruh tentang keluhan yang terjadi sebelum menentukan diagnosis.
Pemeriksaan paling akurat untuk memastikan ada tidaknya keganasan ini adalah dengan teknik biopsi. Mengambil contoh jaringan selanjutnya dilakukan pemeriksaan di bawah mikroskop. Pemeriksaan ini dapat mengidentifikasikan jenis sel yang terdapat pada bagian yang diduga sebagai sel tumor.
Pengobatan kanker lidah
Untuk mengatasi masalah kanker lidah, terdapat beberapa jenis terapi, bergantung pada stadium kanker. Pembedahan merupakan pilihan pertama, jika tumor ditemukan pada stadium awal dan biasanya terletak pada lidah bagian depan. Pembedahan tidak hanya pada bagian lidah bahkan mungkin perlu dilakukan pengangkatan pada bagian-bagian tertentu dari mulut, bergantung pada kemungkinan penyebaran sel kanker.
Karena sel tumor dapat menyebar melalui kelenjar getah bening pada kondisi tertentu diperlukan tindakan pembedahan pada kelenjar getah bening yang berada pada leher. Tindakan pembedahan yang dilakkan berisiko menjadi gangguan menelan atau berbicara. Dokter biasanya akan melakukan konfirmasi sebelumnya terhadap kemungkinan risiko akibat pembedahan.
Selanjutnya dilakukan tindakan radiasi untuk membunuh sisa-sisa kanker yang belum dapat diangkat melalui pembedahan. Untuk melakukan tindakan ini diperlukan seorang ahli terapi radiasi yang dapat mengukur besarnya radiasi yang diberikan dan berapa kali terapi radiasi harus dilakukan. Selanjutnya dilakukan kemoterapi untuk membunuh sel kanker yang sudah menyebar ke tempat lain melalui pembuluh darah.
Jika kanker sudah masuk dalam stadium lanjut dan jika letaknya pada pangkal lidah, risiko pembedahan mungki cukup tinggi. Pada kondisi seperti ini, maka pilihan terapinya adalah pemberian radiasi dan kemoterapi.
Setelah dilakukan tindakan pembedahan, perlu dilakukan tindakan rehabilitasi untuk melatih penderita makan, berbicara dan menelan. Untuk ini diperlukan ahi yang memang mendalami masalah ini.
Pencegahan kanker lidah
Sebenarnya pencegahan terhadap penyakit kanker lidah ini bisa dilakukan, caranya tentu saja dnegan menghindarkan hal-hal yang dapat memicu timbulnya sel kanker pada lidah. Seperti menghindari kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol. Selain itu sebaiknya menghindari paparan sinar matahari dengan intensitas tinggi. Meskipun belum ada fakta yang kuat, namun terdapat dugaan sinar matahari dapat mencetuskan terjadinya kanker lidah. Selain itu perlu mengatur diet, sehingga mengonsumsi makanan tinggi serat, rendah karbohidrat dan lemak.
Berkonsultasi dengan dokter gigi secara teratur juga dapat membantu menentukan diagnosis lebih dini. Rentang waktu ideal merawat kesehatan mulut minimal satu kali dalam sebulan berkonsultasi ke dokter gigi.

1 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus