Gejala Kanker dan pencegahan penyakit kanker

14.51.00 indra bayu 0 Comments


Memang tidak mudah untuk mengenali suatu tanda atau gejala hingga dicurigai kanker. kanker pada stadium awal biasanya tidak menimbulkan gejala. Gejala kanker akan muncul apabila sudah berkembang ke tahap lebih lanjut. Kami akan memberikan sedikit gambaran mengenai beberapa gejala yang patut diwaspadai sebagai cikal bakal penyakit kanker.

Gejala umum kanker
a. Benjolan yang tumbuh
Tanda umum kanker adalah benjolan daging yang tumbuh. Benjolan biasa ditemukan di payudara, leher, ketiak atau bagian tubuh lain. Benjolan biasanya tidak terasa sakit saat ditekan. Rasa sakit akan timbul saat benjolan telah membesar.
Memang tidak semua benjolan adalah kanker. Karena itu, perlu pengamatan sekitar satu sampai dengan tiga bulan untuk mengetahuinya (masa observasi). Benjolan dimungkinkan sebagai kanker jika ukurannya semakib besar dan diserta dengan gejala sakit yang semakin memburuk.
b. Sakit yang tidak kunjung membaik
Beberapa jenis kanker seperti kanker paru dan kanker rahim tidak memperlihatkan benjolan yang kasat mata. Hal inilah yang menyulitkan pada proses pemeriksaan deteksi awal. Pasien biasanya merasa keaskitan saat benjola telah mulai membesar. Alhasil, pasien kebingungan karena sakit yang diderita kerap muncul atau keadaan fisik bertambah memburuk meski telah diobati dengan berbagai obat atau antibiotik.
Beberapa gejala kesakitan secara umum akibat kanker sebagai berikut :
– Koreng atau borok yang sulit sembuh
– Pengeluaran darah tidak normal dari hidung, mulut, alat vital atau anus
– Batuk yang semakin memburuk
– Suara berubah menjadi serak secara permanen
– Gangguan BAB (diare atau sembelit)
– Rasa tidak nyaman pada perut atau pinggul
– Gangguan dalam proses buang air kecil
– Perubahan bentuk, ukuran atau warna pada tahi lalat
c. Penurunan bobot badan secara dratis
Pasien kanker biasanya mengalami penurunan bobot badan secara drastis dalam waktu singkat tanpa sebab yang pasti. Misalnya, penurunan bobot badan sebesar 10 kg dalam waktu singkat (1-3 bulan) tanpa upaya diet dari pasien. Hal tersebut patutu dicurigai sebagai gejala kanker.
Ketika sel kanker bekembang biak tidak terkendali, maka aliran darah dan aliran udara akan terhambat. Akibatnya, sel-sel sehat menderita kelaparan secara massal. Tak heran jika seorang penderita kanker stadium lanjut biasanya memilii tubuh sangat kurus.
Kemoterapi atau obat-obatan dapat digunakan dnegan tujuan baik atau buruk. Semua tergantung bagaimana penggunaannya. Sesungguhnya, dokter menginginkan kesembuhan pasien lebih dari segalanya. Apabila pasien sembuh berarti dokter telah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik.
Jika pasien melengkapi diri dengan pengetahuan ini, dokter berharap Anda dapat menjadi pasien yang cerdas dan kritis serta menjadi rekan diskusi yang andal bagi dokter dengan tujuan akhir sebuah pengobatan yang berhasil.
Ada banyak informasi kontradiktif mengenai pola makan dan kanker. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk sedikit memahami penelitian yang dilakukan sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak berbagai pernyataan yang ada.
Banyak teori terdahulu mengenai hubungan pola makan dengan kanker diuji pada laboratorium dan hewan. Penelitian tersebut memberikan informasi yang bagus, tetapi reaksi kimia yang terjadi pada manusia berbeda. Selain itu, tidaklah aman menganggap bahwa apa yang ditemukan pada hewan percobaan akan berlaku sama pada manusia. Jadi, informasi terbaik adalah informasi yang berasal dari penelitian terhadap manusia.
Untuk membentuk sel-sel kanker, sel-sel yang rusak harus bereplikasi. Beberapa zat dalam makanan kita bisa mendukung proses replikasi tersebut dan mempercepat pertumbuhan kanker atau memperlambatnya serta melindungi kita dari serangan kanker.

Pencegahan Penyakit Kanker



Ada banyak informasi kontradiktif mengenai pola makan dan kanker. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk sedikit memahami penelitian yang dilakukan sebelum memutuskan untuk menerima atau menolak berbagai pernyataan yang ada.
Banyak teori terdahulu mengenai hubungan pola makan dengan kanker diuji pada laboratorium dan hewan. Penelitian tersebut memberikan informasi yang bagus, tetapi reaksi kimia yang terjadi pada manusia berbeda. Selain itu, tidaklah aman menganggap bahwa apa yang ditemukan pada hewan percobaan akan berlaku sama pada manusia. Jadi, informasi terbaik adalah informasi yang berasal dari penelitian terhadap manusia.
Untuk membentuk sel-sel kanker, sel-sel yang rusak harus bereplikasi. Beberapa zat dalam makanan kita bisa mendukung proses replikasi tersebut dan mempercepat pertumbuhan kanker atau memperlambatnya serta melindungi kita darai serangan kanker.
Penderita kanker umumnya sering disarankan dokter untuk menghindari atau membatasi tiap unsur penyebab kanker, misalnya dari makanan penyebab kanker, minuman alkohol dan gaya hidup yang tidak sehat dan ini berlaku pada semua jenis kanker yang ada. Kebanyakan kanker yang mendera manusia berawal dari sumber makanan yang dikonsumsi dengan mengandung kadar sumber vitamin dan kandungan-kandungannya secara tidak seimbang.
Untuk mencegah dan sekaligus menghindari terjangkitnya penyakit kanker ada baiknya untuk disiplin dalam mengonsumsi berbagai jenis makanan. Ada banyak makanan yang mengandung zat-zat pelindung yang bisa mengurangi kerusakan jaringan akibat radikal bebas atau berpotensi mengurangi pertumbuhan sel.
1. Antioksidan
Antioksidan merupakan unsur penting dalam makanan dan terlibat dalam pemeliharaan serta perbaikan DNA dan sel. Antioksidan bisa menurunkan produksi radikal bebas, mencegah kerusakan awal pada sel, serta menurunkan peluang sel menjadi sel kanker. antioksidan dalam makanan bisa berupa vitamin atau mineral seperti vitamin C dan E, beta karoten dan selenium. Antioksidan dapat pula ditemukan dalam flavonoid pada sayuran.
2. Fitoestrogen
Fitoestogen hampir mirip dengan estrogen, namun lebih lemah daripada estrogen yang diproduksi sendiri oleh tubuh. Fitoestrogen bisa dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu isoflavon dan lignan. Isoflavon berhubungan dengan protein pada makanan, sementara lignan dengan serat.
3. Senyawa bioaktif lain
Banyak makanan mempunyai fungsi di luar vitamin dan mineral yang dikandungnya. Riset membuktikan bahwa beberapa senyawa kimia yang terkandung serta reaksinya baik untuk kesehatan. Dalam eksperimen di laboratorium, misalnya ekstrak bawang putih mampu membunuh Heliobacter pylori, bakteri yang dapat tumbuh dalam perut dan diketahui meninigkatkan risiko kanker. Senyawa yang mengandung sulfur yang terdapat dalam bawang putih dan bawang bombai juga dapat menurunkan pembentukan senyawa karsinogen yang timbul dari pengasapan daging.
4. Makanan kaya karbohidrat dan protein
Makanan kaya karbohidrat mencakup serelia, seperti gandum, gandum hitam, oat, barley, dan beras serta beberapa jenis sayuran, seperti kentang, ubi jalar, dan talas. Jenis-jenis makanan ini harus menjadi makanan pokok Anda.
Makanan yang berkarbohdirat dan berprotein nabati, banyak mengandung nutrisi yang bisa mencegah kanker :
– Serat
– Vitamin (khususnya vitamin B)
– Karotenoid (terdapat dalam ubi jalar dan talas)
– Folat (terdapat dalam kacang-kacangan)
– Vitamin E (terdapat dalam sereal padi-padian
– Vitamin C (terdapat dalam kentang dan plong-polongan)


Pencegahan penyakit kanker
Kanker dapat dikatakan sebagai penyakit gaya hidup kaerna dapat dicegah dengan melakukan gaya hidup sehat dan menjauhi faktor risiko terserang kanker. Berikut beberapa cara pencegahan kanker secara dini :

1. Hindari makanan tinggi lemak, makaman instan yang mengandung bahan pewarna dan bahan pengawet, serta makanlah makanan dengan gizi seimbang
2. Hindari hubungan seksual dengan pasangan yang buakn suami atau istri sendiri atau berganti-ganti pasangan
3. Hindari rokok
4. Hindari stres dan konflik yang berkepanjangan
5. Periksakan kesehatan secara berkala
6. Minumlah air murni yang sudah melalui proses penyaringan misalnya proses penyaringan reverse osmosis
7. Hindari terkena sinar matahari yang berlebihan
8. Hindari terapi sulih hormon
9. Hindari penggunaan hormon sintesi saat KB dalam jangka waktu lama
10.Rutin mengkonsumsi vitamin

0 komentar: